Pengguna jasa gigolo mulai dari istri pengusaha, direktur, bahkan istri para pejabat. Makin merebaknya bisnis syahwat tersebut via online, makin memberi variasi pilihan para “tante-tante girang” untuk mendapatkan kepuasan birahi.
Tidak hanya sekedar menjajakan seks, tapi para GM, sebutan untuk germo yang mengurus gigolo, ini juga membuka kesempatan berkarier bagi para pria yang membutuhkan kepuasan sekaligus medapatkan sejumlah uang.
Dea (40), sebut saja begitu, wanita paruh baya ini baru menikmati masa-masa “puber” takkala suaminya sibuk dengan urusan kerja. Di akuinya, bahwa jajan gigolo merupakan salah satu cara bagi dia untuk mendapat kepuasan biologis.
Tak tanggung-tanggung dia berani mengeluarkan kocek minimal 1 juta hanya untuk memuaskan hasrat birahinya. Tidak sampai disitu, istri pengusaha ini mulai mempromosikan kepuasan seksnya kepada teman-teman sepermainanya yang notabene juga adalah para istri yang jarang “dibelai” para suami.
Wanita ini pun mengakui bahwa dia rutin “jajan” diluar 4 kali seminggu. Bagi ibu 2 anak ini, dia nekad banyak jajan diluar karena suaminya sendiri tidak mampu memberi kepuasan di ranjang. (Sumber: tribun)
>
