Prostitusi di kalangan mahasiswa tidak terbatas pada mahasiswi. Saat ini di Kota besar marak prostitusi laki-laki atau yang dikenal dengan gigolo. Bahkan, yang ditawarkan para penjaja seks ini pun beragam.
BG, mahasiswa semester tujuh di universitas swasta di Yogyakarta. BG mengaku tidak hanya melayani ibu-ibu yang membutuhkan jasanya, tetapi menawarkan swinger atau aktivitas seks yang dilakukan tiga orang atau lebih.
Dia mengungkapkan, aktivitas ini banyak dicari oleh kalangan suami istri yang berusia muda. "Banyak konsumennya dari Yogya, Solo, Madiun dan beberapa kota lainnya. Usianya tergolong muda baru sekitar 35 tahun,"paparnya.
Awalnya BG dimasukkan ke group Blcakberry. Grup tersebut tidak bisa sembarangan orang masuk di dalamnya, hanya ada 30 orang yang bisa masuk. Di group tersebut, dirinya mengetahui siapa yang akan menyewa jasanya. Dengan tarif Rp300 - Rp 400 ribu sekalian main.
Awalnya ia mengaku mendapatkan bookingan swinger sempat grogi. Namun akhirnya kecanduan hingga bisa tiga sampai empat kali booking setiap bulanny. Karena tidak setiap hari mendapatkan pelanggan, dia memilih mencari ibu muda dan tante-tante. "Kalau sepi ya mencari ibu muda atau tante,"tutupnya. (Sumber: Pikiran Rakyat)
