Anggota Satuan Intelkam Polres Melawi, Kalimantan Barat (Kalbar) Brigadir Petrus Bakus membunuh dan memutilasi dua anak kandungnya di rumah dinasnya. Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti pun mengatakan ada sesuatu yang diderita anggotanya tersebut sejak kecil



Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti pun mengatakan, berdasarkan laporan yang dia terima, Brigadir Petrus mengalami gangguan kejiwaan sejak kecil dan mengakui bahwa Brigadir Petrus sering kesurupan sejak usia empat tahun.

Brigadir Petrus membunuh dan memutilasi dua anak kandungnya di dalam kamar di rumah dinasnya di Aspol Polres Melawi Kecamatan Nanga Pinoh, Kalimantan Barat . Dua anak Brigadir Petrus yakni bernama Fabian (4) dan Amora (3).

Kapolda Kalbar Brigadir Jenderal Arief Sulistyanto mengatakan, berdasarkan keterangan istri, Brigadir Petrus pelaku dalam seminggu terakhir ini kerap marah-marah sendiri di dalam rumah. "seperti ada makhluk halus yang mendatangi dan bercerita dengan petrus." ujar istrinya

Polisi mendapat pengakuan soal alasan dia membunuh. Pelaku mendapat bisikan membunuh anaknya pada malam Jumat, seminggu sebelumnya . Kapolda Kalbar, Brigadir Jenderal Arief Sulistyanto mengatakan selama pemeriksaan, dia selalu bicara ngawur.

Kapolda Kalbar, Brigadir Jenderal Arief Sulistyanto menduga brigadir Petrus mengidap schizophrenia, yaitu gangguan mental dengan gangguan proses berpikir dan tanggapan emosi yang lemah. Keadaan ini pada umumnya dimanifestasikan dalam bentuk halusinasi, paranoid, keyakinan atau pikiran yang salah dan tidak sesuai dengan dunia nyata.(Sumber: fajar.co.id)