"Penampakannya itu berupa hantu noni-noni Belanda," kata Risma di Surabaya. Oleh karena itu, awal-awal menjadi Wali Kota Surabaya, yaitu pada tahun 2010, Risma sempat ketakutan. Sebab, hantu tersebut sering menakut-nakutinya dengan suara seperti orang mengetuk pintu, atau menyanyi dengan bahasa Belanda.
Gedung Balai Kota Surabaya memang bangunan kuno dengan arsitektur khas Belanda. Pintu yang banyak dengan kayu tebal, serta ukiran jendela menambah kekhasan bangunan yang didirikan sejak 1 April Tahun 1906.
"Seperti ada yang mengetuk pintu dan jendela ruangan saya," kata Risma Yang membuat bulu kuduknya meninding, setelah dilihat, ternyata tidak ada orang di balik kendela dan pintunya.
Stafnya juga mengatakan tidak ada orang yang mengetuk pintu ruangan Wali Kota. Kejadian itu terus berulang, hingga akhirnya ia semakin takut dan selalu pulang sebelum gelap.
Gedung Balai Kota Surabaya memang bangunan kuno dengan arsitektur khas Belanda. Pintu yang banyak dengan kayu tebal, serta ukiran jendela menambah kekhasan bangunan yang didirikan sejak 1 April Tahun 1906.
"Seperti ada yang mengetuk pintu dan jendela ruangan saya," kata Risma Yang membuat bulu kuduknya meninding, setelah dilihat, ternyata tidak ada orang di balik kendela dan pintunya.
Stafnya juga mengatakan tidak ada orang yang mengetuk pintu ruangan Wali Kota. Kejadian itu terus berulang, hingga akhirnya ia semakin takut dan selalu pulang sebelum gelap.
Tidak hanya itu, kadang-kadang telepon seluler milik Risma bisa bergetar sendiri. Padahal, saat itu sama sekali tidak ada telepon, maupun pesan singkat yang masuk.
"Makanya, waktu itu saya tidak pernah pulang setelah maghrib, pasti sebelumnya," ujar Risma. Namun, keberanian Risma menghadapi hantu itu muncul setelah diingatkan anak keduanya. Saat itu, Risma diminta agar jangan takut menghadapi hantu.
"Makanya, waktu itu saya tidak pernah pulang setelah maghrib, pasti sebelumnya," ujar Risma. Namun, keberanian Risma menghadapi hantu itu muncul setelah diingatkan anak keduanya. Saat itu, Risma diminta agar jangan takut menghadapi hantu.
"Kalian jangan ganggu saya, saya di sini punya SK Wali Kota Surabaya," kata Risma menirukan kata-kata yang diucapkan waktu itu untuk mengusir hantu itu.
Anehnya, setelah dikatakan seperti itu, tidak lama suara ketukan yang membuat bulu kuduknya naik itu mulai meredup dan akhirnya menghilang hingga saat ini. (Sumber: vivanews tribun)
