Asmara yang terjalin antara masyarakat Kota Medan dengan imigran diam-diam berkembang layaknya virus. Memang tak ada yang salah dengan cinta. Tapi buat apa jika di dalam cinta itu menyelinap modus cinta sesaat.



Seperti kisah seorang wanita sebut saja namanya Ani (26), yang kini harus merana karena ditinggal suaminya yang pulang kampung ke negara asalnya. Suaminya pergi tanpa berniat untuk kembali, meski buah hati mereka telah lahir.


loading...


Bermula dari perkenalan langsung di salah satu kawasan pasar Padang Bulan Medan, antara Ani dan seorang imigran asing, sebut saja Ali (26). Ani yang saban hari berjualan di sana, terpesona dengan ketampanan Ali yang merupakan pemuda asal Rohingya.

Sering bertemu, benih-benih cinta pun tumbuh di hati keduanya. Dengan modal bahasa Indonesia seadanya, Ali pun meluncurkan serangan gombalan yang mampu meluluhkan hati Ani.

Tak berapa lama, sekitar pertengahan tahun 2015, keduanya pun mengikat janji pernikahan di depan penghulu. Entah bagaimana keseharian mereka berdua yang tinggal di rumah orangtua Ani di kawasan Sunggal.

Ani pun melahirkan seorang bayi. Andi mengatakan tiga bulan sebelum atau sesudah Ani melahirkan, Ali malah kembali ke Rohingya. 

“Dibilangnya enggak balik lagi. Kacau kali kan orang asing ini. Dirusak perempuan di sini sama ketampanan mereka,” ungkap Andi yang menetap di kawasan Langkat itu. (Sumber: PojokSatu)



>